Peristiwa 

Sambal Sarden Dadakan

Hari ini di daerah saya, Depok, Jawa Barat, hujan seharian. Dari Subuh hingga sore hujan tidak berhenti. Hujan seharian seperti ini membuat selera ingin makan terus. Tapi juga membuat malas untuk mengerjakan apapun. Bahkan mau masak juga malas. Meskipun perut keroncongan tetap saja malas untuk membuat menu makanan.

Yang membuat saya malas ke dapur, karena kebetulan stok bahan untuk diolah buat lauk makan sudah habis. Sayapun mau keluar rumah, ke warung malas sekali karena hujan. Biasanya saya selalu stok beberapa bahan misalnya telor, ikan yang sudah saya beri bumbu, plus sayuran di dalam kulkas untuk beberapa hari.

Dari pagi hingga selesai Maghrib saya juga belum makan sebutir nasipun. Saya hanya ngemil kerupuk. Kebetulan saya punya stok kerupuk Palembang dan saya juga suka kerupuk itu. Meskipun makan kerupuk tidak membuat kenyang perut saya. Tapi setidaknya saya bisa melupakan rasa lapar untuk beberapa saat. Meskipun setelah selesai makan kerupuk rasa lapar terus terasa di perut saya.

Biasanya kalau malas masak saya memesan makanan melalui aplikasi grab food. Di aplikasi tersebut saya bisa memesan apa saja sesuai selera saya. Tapi hari ini saya benar-benar malas untuk melakukan aktivitas apapun. Selain itu juga saya mulai bosan dengan menu-menu yang ada di aplikasi itu.

Saya hanya berpikir, saya akan makan setelah suami saya pulang dari kantor. Saya bisa pesan makanan kepada suami saya sekalian dia pulang. Saya masih bisa menahan lapar saya. Namun sayang hari ini suami saya pulangnya agak telat karena harus menyelesaikan kerjaan yang deadline. Jadi saya harus menahan lapar hingga larut malam.

Selepas Maghrib ada salah satu teman dekat saya menelpon saya. Pada saat itu saya sedang mengunyah kerupuk dan agak bergumam membalas omongan teman saya di telpon. Teman saya bertanya, ” lagi makan ya? kok seperti sedang mengunyah sesuatu”. Saya menjawab, ” iya, sedang makan kerupuk”. Saya terus bilang, ” Saya belum makan dari pagi “. ” Lo kok belum makan “? jawab teman saya dari ujung telepon. Saya jawab, ” gak ada apa-apa buat dimakan, mau keluar juga hujan jawab saya “.

Teman saya memaksa saya agar segera makan. Sayapun bilang akan segera makan. Setelah selesai menelpon, saya setengah terpaksa dan malas-malasan ke luar rumah untuk pergi ke warung dan membeli bahan makanan. Di sepanjang jalan menuju warung saya berpikir beli apa ya selain telor untuk saya masak. Sebab kalau telor lagi saya juga bosan. Paling hanya dimasak dadar dan ceplok.

ko

Sambil terus jalan menuju warung terlintas dalam pikiran saya untuk memasak Sarden (ikan bumbu dalam kaleng). Saya Uda lama sekali tidak mengolah ikan sarden ini. Sepertinya enak dalam benak saya. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sarden ukuran kecil juga selain telor. Saya berpikir untuk mengolahnya dengan irisan cabe rawit yang banyak.

Sampai di warung sayapun membeli semua bahan yang sudah saya rencanakan dari rumah. Saya menjadi semangat untuk mengolah bahan yang sudah saya pikirkan tadi. Sesampainya di rumah, sayapun mulai berkreasi. Saya menyiapkan bahan-bahan yang mau saya olah.
Saya mau memasak Sambal Sarden Dadakan.

Bahan-bahannya antara lain:
1. Sarden ukuran kecil (kaleng kecil)
2. Bawang putih, bawang merah dan cabe rawit
3. Minyak goreng untuk menumis
4. Garam dan penyedap rasa

Langkah awal:
1. Semua bumbu dicuci bersih
2. Iris bawang putih, bawang merah dan cabe rawit

Cara membuat:
1. Panaskan 4 sendok makan minyak goreng
2. Setelah panas, masukkan irisan bawang putih dan merah aduk sampai wangi
3. Masukkan Sarden masak dengan api sedang, lalu masukkan irisan cabe
4. Setelah kurang lebih 10 menit, masukkan garam dan penyedap rasa aduk beberapa menit.
5. Angkat dan siap dihidangkan.

Nah itulah hasil kreasi dadakan saya.
Akhirnya sayapun bisa makan lahap sekali dengan lauk Sambal Sarden Dadakan ini. Semua terasa nikmat jika dilakukan dengan semangat dan gembira.

Depok, 29 Januari 2019
willyana.com || @puisiwilly

Related posts

Leave a Comment