Kisah 

Ukiran Ayat Al-Quran Pada Kayu Tembesu

Di indonesia, tepatnya di pulau Sumatera, berlokasi di Jalan M. Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), terdapat Museum Al- quran raksasa dengan ukuran yang sangat besar. Al-quran ini adalah Al-quran terbesar di Dunia, dengan ukiran berwarna tinta emas dan diukir di atas kayu dengan kualitas terbagus di Pulau Sumatera yaitu kayu tembesu.

Gagasan pembuatan Al-quran terbesar ini berasal dari Syofwatillah Mohzaib yang diawali dengan hadirnya sebuah mimpi kepadanya. Isi mimpinya itu adalah sebuah isyarat agar dia membuat Al-quran dengan ukuran yang besar. Syofwatillah Mohzaib, atau Opat (nama kesehariannya) ini memang menyenangi seni kaligrafi. Ia pulalah yang membuat ukiran kaligrafi pada pintu Masjid Agung Palembang.

Setelah mendapatkan mimpi tersebut, Opat berencana menjadikan mimpinya itu menjadi kenyataan. Ia pun memulai membuat ukiran pertamanya yaitu surat Al-fatihah di atas papan kayu tembesu. Karyanya ini lalu dipamerkan pada sebuah acara tahun Baru Islam 1 Muharram 1423 H (2002) di Mesjid Agung Palembang, dengan tujuan mendapatkan donatur untuk rencananya tersebut.

Usaha yang dilakukan Syofwatillah Mohzaib (Opat) membuahkan hasil. Ia mendapatkan donatur dari pameran itu. Al-quran raksasa pun mulai dibuat. Adapun pekerjaan ini melibatkan tiga puluh lima orang pekerja, lima orang sebagai pengukir, tiga puluh orang lagi sebagai pemahat dan pemotong kayu. Al-quran tersebut dipahat di permukaan kayu tembesu berukuran panjang 177 centimeter, lebar 140 centimeter, dan tebal 2,5 centimeter.

Kepingan Al-quran separuhnya 158 keping yang dipajang, kurang lebih (15) juz.
Dari (30) jus tersebut terdiri dari (315) keping, (630) halaman.

9

Proses pembuatan Al-quran raksasa ini kurang lebih tujuh tahun. Dimulai dari tahun 2002 sampai dengan 2009, dan menghabiskan dana kurang lebih 1, 2 miliyar rupiah.

Museum Al-quran raksasa ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Organisasi Konfrensi Islam (OKI) pada tahun 2012. Museum ini sudah bisa dikunjungi, harga tiket masuk ke museum RP. 5000.
Jika Anda berkunjung ke kota pempek ini, jangan lupa mampir dan rasakan sensasi keajaibannya.

Bekasi, 15 Januari 2019
willyana.com || @willyana
IG/Twitter: @puisiwilly

Related posts

Leave a Comment