Artikel 

Double Doel di Si Doel The Movie

Dua hari lalu, tepatnya Senin, 6 Agustus 2018, saya menonton sebuah film yang baru saja diluncurkan di Belanda dan sekarang sedang diputar di bioskop Indonesia. Mau tahu film apa?

Film ini adalah “Si Doel The Movie” yang merupakan lanjutan dari episode sinetron “Si Doel Anak Betawi” yang legendaris. Siapa yang tidak kenal dan tidak tahu dengan Si Doel Anak Betawi ini. Karya sinema ini mengisahkan tentang kehidupan anak-anak Betawi dengan segala romantika hidup di dalamnya. Kita bisa menyaksikan adegan komedi dan kekocakan para pemerannya yang benar-benar merakyat. Sejak duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Si Doel Anak Betawi sudah saya tonton di televisi. Saya hampir tak pernah melewatkan untuk mengikuti semua episode sinetron ini, hingga episode terakhir.

Saya sangat menyukai peran-peran yang dilakonkan oleh para pemainnya yang sangat khas Betawinya. Si Mandra dengan peran kocaknya, almarhum Basuki (Karyo) dengan komedinya, Atun dengan tubuhnya yang bawel, Mak Nyak (Fatimah) dan semua pemerannya saya suka. Hampir semua kalangan menyukai film ini. Baik orang tua, anak muda atau remaja, bahkan anak-anak.

Hadirnya “Si Doel The Move” ini cukup mengobati kerinduan para pemirsa pecinta Si Doel yang telah bertahun-tahun tak lagi diputar di televisi. Rano Karno (si Doel) kembali menggarap film ini sebagai episode lanjutannya. Penggarapan film ini sebagian terbesar memgambil lokasi di Amsterdam, Belanda.

Namun setelah menonton film ini saya agak kecewa dengan sekenarionya yang sangat di luar ekspektasi saya. Saya pikir adegan yang dimainkan oleh para pemainnya akan lebih greget lagi, lebih membuat penasaran lagi dari kisah episode sebelumnya. Tapi sampai ending, saya tidak mendapatkan kesan yang mendalam. Alur ceritanya begitu sederhana alias lempeng-lempeng saja. Padahal saya berharap Si Doel The Movie benar-benar mengobati kerinduan saya akan kisah ini, yang terputus ketika Sarah meninggalkan Doel dan pergi ke Belanda. Dan lebih membuat saya penasaran ingin tahu kelanjutannya.

Sudah 14 tahun Sarah (Cornelia Agatha) yang sedang hamil pergi ke Amsterdam tanpa alasan pasti. Kemudian Doel menikah lagi dengan Zaenab (Maudy koesnadi). Namun bagi Sarah, semakin lama bukannya semakin bisa melupakan Si Doel, tapi Sarah semakin cinta dan rindu terhadap Si Doel. Bahkan kehadiran anak yang dilahirkan Sarah buah pernikahannya dengan Si Doel menambah keinginan Sarah untuk bisa bertemu kembali dengan Si Doel. Itu ditambah lagi anaknya selalu menanyakan tentang siapa dan di mana Bapaknya. Anak laki-laki hasil pernikahan Sarah dan Si Doel ini diberi nama Doel (Rey Bong).

Namun drama antara Doel, Zainab dan Sarah tak digarap dengan baik. Andai saja alur cerita dan skenario film ini bisa diolah lagi dengan baik, dengan memasukkan ketegangan antara Sarah dengan Zaenab atas bertemunya kembali mereka di Amsterdam dan juga hadirnya Doel (anak Sarah dan Si Doel), film ini mungkin akan lebih greget dan lebih asyik untuk dinikmati. Sayangnya, film ini terlalu lurus dan ceritanya sangat mudah sekali ditebak. Sehingga kita tidak mendapatkan banyak kejutan sepanjang film.

Memurut kabar — juga tertera di bagian penutup — film ini akan ada kelanjutannya. Semoga kelanjutannya akan lebih baik.

Depok, 7 Agustus 2018
Will Ana || WA || @willyana
willyana.com

Related posts

Leave a Comment