Peristiwa 

Menanti “Tanda Cinta” untuk Festival Sastra Bengkulu

>Festival Sastra Bengkulu akan berlangsung pada 13-15 Juli 2018. Panitia terus berusaha mempersiapkannya dengan segala daya upaya.

Kemarin (Senin, 25 Juni 2018 saya (ketua panitia), saya bersama Mustafa Ismail ( SC dan Kurator Festival Sastra Bengkulu) bertemu dengan tim pendamping dari Pemda Provinsi Bengkulu yakni Bapak Rehal Akmal (Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Pemprov Bengkulu, yang menjadi Ketua Tim Pemdamping Panitia FSB dari Pemprov), Bapak Hendarman (Kasubbag Pendidikan dan Kebudayaan Setda Prov Bengkulu, anggota Tim Pendamping Panitia FSB) dan Ibu Lis (Kasie Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Bengkulu). Pertemuan itu dilakukan di kantornya masing-masing untuk kordinasi persiapan acara ini.

Kami terus berusaha dan melakukan semaksimal mungkin agar acara ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Segenap panitia dari Bengkulu seperti Jayu Marsuis, Edi Ahmad, Nadi Hardiansyah, Eko Petra dan lain-lain ikut mengupayakan dan bergerak cepat dalam mempersiapkan penyelenggaraan acara ini. Mulai dari mengurus administrasi, surat-menyurat, perizinan, tempat acara dan segala pendukungnya, hingga penggalangan dana.

Dalam kordinasi kami tim panitia di Bengkulu, Sabtu, Minggu, dan Senin kemarin kami terus merancang segala sesuatunya. Kami ngepos di kantin seniman di Taman Budaya Bengkulu, mulai pagi hingga pagi lagi (dini hari). Pada Selasa, 26 Juni 2018, tim panitia Bengkulu mengadakan rapat lanjutan dengan tim pendamping dari pihak Pemda yang diwakili oleh wakil ketua panitia pelaksana di Bengkulu Jayu Marsuis dan kawan-kawan.

Kami terus berupaya dalam penyelenggaraan acara ini memberikan yang terbaik. Ada beberapa hal yang terus kami upayakan, terutama soal sponsorship yang banyak menampakkan titik terang. Seperti pernah kami sampaikan, Pemerintah Provinsi Bengkulu hanya bisa menyediakan fasilitas tapi tidak bisa membiayai kegiatan. Sebab kegiatan ini tidak dianggarkan dalam keuangan daerah karena kami baru memasukkan konsep kegiatan pada Januari 2018. Selama ini kami patungan antara saya dengan dua teman penggagas lain untuk menggerakkan acara ini.

Jumlah yang keluar dari kocek pribadi kami tentulah besar. Bayangkan, untuk bolak-balik Jakarta-Bengkulu saja sudah banyak menguras ongkos. Terakhir, kami balik dari Bengkulu Senin (25 Juni) dengan tiket pesawat “harga Lebaran” yang nilainya beberapa kali lipat dari harga tiket hari-hari biasa. Bahkan kami hampir mengambil tiket pesawat Bengkulu-Jakarta Rp 2,5 juta perorang. Untunglah kemudian — karena kami pantau terus harga tiket di online — pada suatu tengah malam tiba-tiba ada seat tiket dengan harga di bawah itu. Lumayan menghemat sedikit.

Itu baru satu pos biaya. Belum pengeluaran-pengeluaran lain, mulai dari administrasi, operasional, rapat-rapat, penyiapan buku puisi dan sebagainya. Tapi Insya Allah kegiatan ini akan tetap berjalan sesuai kekuatan kami untuk menyelenggarakannya. Kami mohon doa dan dukungan kawan-kawan. Jika ada yang terketuk hati, kami siap menerima “tanda cinta” untuk kegiatan ini berapa pun nilainya.

Semoga kerja keras dan niat baik kami tim panitia acara FSB dalam mempromosikan Sastra dan Budaya Bengkulu ini berjalan lancar dan diberi kemudahan segala sesuatunya.

Depok, 26 Juni 2018
Ketua panitia FSB 2018:
Willy Ana || WA || @willyana
willyana.com || 0852-6835-4106

Related posts

Leave a Comment