Kuliner 

Mie Penggoyang Lidah

> Makanan khas salah satu daerah Jawa Tengah yang bisa menghipnotis semua pecinta kuliner.

Jawa Tengah, memiliki banyak sekali keunikan, termasuk kuliner. Salah satu daerah yang mempunyai kuliner unik semacam mie dengan tempe yang terbuat dari bahan dasar kacang toro ini adalah Kabupaten Sukuharjo, lebih tepatnya Desa Watu Kelir.

Masyarakat setempat menyebut panganan khas ini adalah Tempe Lakatak . Mie dengan tempe bumbu kuning. Mie lakatak ini dibikin dari singkong atau umbi ganyong (talas). Bisa juga dari tepung pati. Bentuknya dibuat seperti mie namun dengan ukuran lebih besar dari mie biasa. Teksturnya lembut dan kenyal.

Sedangkan untuk tempenya terbuat dari kacang toro dan diolah dengan bumbu kuning yaitu kelapa parut dan bumbu lainnya. Rasanya benar-benar membuat ketagihan ingin terus menyicipinya.

Desa Kelir, Kecamatan Watu Kelir, adalah asal mula panganan tempe lakatak ini. Dari desa inilah penganan ini berkembang dan merambat ke kampung-kampung sebelahnya termasuk Desa Sembungan. Selanjutnya penganan itu menyebar ke kampung-kampung lain dan wilayah lain di sana.

Tempe lakatak ini selalu menjadi buruan para pemudik, baik saat liburan maupun saat Hari Raya. Panganan unik ini selalu menjadi incaran utama jika pulang kampung. Para penjualnya pun seperti mendapat durian runtuh karena omset hasil menjual tempe lakatak bisa 3 kali lipat dari hari-hari biasanya.

Jika hari biasa tempe lakatak ini dijual seharga Rp. 1.000 satu bungkusnya (bisa campur mie dan tempenya dalam satu bungkus, bisa juga pisah), pada saat musim liburan atau Hari Raya harganya menjadi Rp. 2.000 – 2.500 per bungkus. Itupun yang antri seperti antri beli tiket kereta api mau liburan dan Hari Raya.

Tak jarang terkadang sudah antri panjang tapi kita hanya bisa kebagian 5 atau 7 bungkus. Setiap pembeli rata-rata membelinya Rp. 50.000. Meskipun demikian para pembeli tetap saja setia mengantri demi untuk mencicipi mie penggoyang lidah ini.

Jika Anda bertandang ke daerah ini jangan lupa untuk mencicipi sensasi uniknya .

Solo, Sukoharjo Jateng,16 Juni 2018
Willy Ana || WA || @willyana

Related posts

Leave a Comment