Puisi 

Puisi Iqra

Puisi ini sempat saya irim ke sebuah lomba, namun tak lolos, bahkan tak masuk dalam 100 besar. Lalu, puisi ini saya kirim ke Indopos — yang rubrik puisinya diasuh oleh Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri — dan dimuat pada Sabtu, 18 November 2016. Mari simak:

Willy Ana
IQRA

Di sudut meja itu
Ia tertutup debu
Tak tersentuh kalbu
Lusuh membeku

Tenggelam dalam hiruk- pikuk jalanan
Bukan lagi tiang-tiang yang menopang jiwa
Bukan lagi hujan yang menyejukkan semesta
Kau melupakannya

O pohon-pohon Zaitun
Senandungkanlah ayat-ayat –Ku
Yang mengalirkan sejuta embun
Ke lorong-lorong hidupmu

Senandungkanlah Al-Fatihah-Ku
Mengisi bilik-bilik jiwamu
An-Nas menangkis semua belenggu
Yang menikam sukmamu

Bacalah
Bacalah
Bacalah
Bacalah

Depok,13 September 2016

Related posts

Leave a Comment